Arsip untuk Februari, 2008

formula 1 sebuah usulan

Februari 19, 2008

apakah mungkin dibuat mekanisme insentif bagi media, yang dapat membuat tim-tim backmarker dan menengah lebih dapat dilihat lebih banyak fotonya dalam terbitan liputan F1 di media massa. Mekanisme itu meliputi penempatan foto-foto mobil tim F1 yang bisa disebut tim back marker ketika media membahas Formula 1 secara umum, seperti GranPrix yang akan di laksanakan, bahasan teknis, dan serba serbi yang berhubungan dengan Formula 1. Ketimbang media massa menempatkan tim-tim unggulan baris depan.

midland

Selama ini foto-foto yang sering muncul di media, adalah melulu tim-tim baris depan. Jarang sekali suatu bahasan umum tentang Formula 1 di media, menampilkan tim gurem seperti Super Aguri, atau Midland. Yang sering muncul adalah Foto-foto tim papan atas yang sudah sangat sering keluar fotonya.

Ada sisi baik terhadap apa yang terjadi sekarang ini tentunya, yaitu memicu tim-tim untuk menjadi nomor satu. Tapi dengan kondisi komersialisasi F1 seperti sekarang ini, sulit sekali untuk menjadi tim terdepan karena jumlah sponsor menyebar tidak merata di keseluruhan tim, dan untuk masuk ke jajaran atas demi menarik perhatian sponsor, di perlukan dana yang demikian besar. Yang kemudian terjadi adalah tim-tim baru itu tidak pernah bisa besar saat ini. Karena sponsor tidak begitu berminat memasang iklan. Saya ingin sekali melihat mereka bertahan paling tidak diatas sepuluh tahun. Tidak seperti sekarang ini melihat Jordan berganti kepemilikan berkali-kali, sungguh membuat miris.

Kalau kita bisa membuat media massa di dunia ini memilih memuat foto tim gurem ketimbang tim papan atas. Saya rasa akan membuat aliran dana sponsor sedikit lebih merata di masa depannya. Mungkin perlu dilakukan insentif, ketika suatu liputan di media massa yang secara umum tidak membahas pertarungan terdepan, jika memuat foto tim gurem ketimbang tim besar, maka media itu akan menerima sejumlah uang atau akses lebih besar ke dunia F1.

Tim-tim papan atas saya rasa tidak akan kehilangan uang sedikitpun karena pada dasarnya, mereka sudah mengisi halaman berita tiap dua minggu. Yang perlu kita perhatikan hanya sedikit liputan dan foto tim gurem sehingga di mata pengiklan, mereka masih cukup menarik untuk dikucuri uang. Karena selalu ada saat dimana tim itu masuk koran atau majalah, karena dengan masuk majalah nama sponsor akan tersebar di dunia ini tentunya.

ini mungkin hanya bisa dilakukan oleh otoritas F1 terutama yang mengurusi masalah pemasaran. mereka bisa menyabarkan foto-foto tim back marker ke media di seluruh dunia, dengan gratis. Sehingga ketika ada satu tulisan tentang Formula 1 secara umum. Foto tim backmarker lah yang sering dimuat.

Jumper, movie review

Februari 19, 2008

Setelah beberapa minggu absen ke bioskop, kemarin akhirnya punya kesempatan keluar dengan seorang teman, untuk sight seeing dan melihat-lihat apa yang diputar di bioskop sekarang ini. ada beberapa film -patut disesali- yang sepertinya terlewat dalam beberapa bulan belakangan. Dan tampilan teaser bioskop berupa seseorang diatas kepala Sphinx -yang ternyata adalah Hayden Christensen si Anakin Skywalker itu- dengan kursi malas dan papan seluncur, tentunya menarik perhatian.

teaser

Well, saya selalu tertarik dengan Mesir dan segala kemewahannya, padang pasir, piramid dan segala misteri mengapa Mesir bisa menjadi Mesir yang kita kenal dalam buku-buku sejarah. Tapi sepertinya film yang saya tonton ini tidak akan memuaskan ketertarikan saya itu. Setelah membaca plotnya sepertinya Sphinx hanya ditampilkan sebagai gimmick untuk menggambarkan kemungkinan yang tak terperikan bila anda punya kemampuan seperti yang ada dalam tokoh di film ini.

Film ini dimulai dengan seorang anak muda lima belas tahun, di suatu sub-urban kota dimana suatu keajaiban sangat sedikit mungkin terjadi. Plot khas Hollywood tentang seorang cowok biasa-biasa saja yang menaruh perhatian terhadap seorang gadis cantik di sekolahnya. Tentunya remaja ini di gambarkan sangat biasa saja, sehingga si gadis pun hanya menaruh perhatian sekilas, plot seperti ini biasanya menambahi dengan klise ada remaja lain yang mungkin jagoan di sekolah itu, yang akan menggodanya, menganiaya si remaja di depan gadis itu.

Demikian juga film ini, ketika si laki-laki mencoba memberikan si gadis sebuah bola kaca berisi miniatur menara Eiffel (anda akan tahu mengapa remaja ini berbuat seperti itu nanti kalau anda menonton filmnya), remaja jagoan di sekolah itu merebutnya dan melempar ke tengah sungai yang membeku. Demikianlah cerita dimulai, sungai beku itu terlalu rapuh untuk menyangga seorang di atasnya, sehingga ketika remaja ini berjalan mengambil bola itu entah karena bodoh atau digambarkan demikian karena jatuh cinta, terperosoklah ia. Ke dalam sungai dingin membeku karena es, dan hampir mati beku kehabisan napas, jika ia tidak tiba-tiba saja muncul dengan tiba-tiba penuh kekacauan di dalam perpustakaan (sekolah?). Lengkap dengan air dingin dan tubuh basah.

semula saya berpikir ini menarik, dan orisinal idenya. Tapi kemudian berpikir ah tidak juga, berpindah tempat melewati ruang? bukankah terjadi juga di Michael J. Fox – Back to the Future? atau Scott Bakula – Quantum Leap ? ohh tidak.. dalam film-film itu mereka melompat ke masa lalu atau masa depan. Di Film ini tidak, lompatan hanya terjadi pada saat ini, dia hanya melewati ruang dan bukan waktu. Tapi kalau dia melompat dari Bali ke Jakarta atau ke Eropa

dalam waktu yang sama bukankah melompati waktu juga? paling tidak beberapa jam dimuka? Tidak. Sepertinya tidak perlu dipikirkan kesana. Saya mencoba menikmati yang disodorkan Layar. Menunggu penjelasan pseudo-ilmiah yang mungkin diberikan sutradara dan penulis naskah. tapi dari sepanjang film kecuali disebutkan tentang wormhole sekilas tak ada lagi hal lain disebutkan. Saya tak mau membahas wormhole disini, anda bisa mencarinya di literatur atau buku dengan tulisan Hawking di sampulnya. Itu adalah sebuah hipotesis tentang sebuah objek jauh dilangit sana. Mengapa ada di alam dunia seperti di film ini, saya juga menunggu penjelasan. tapi sepertinya tidak ada.

dan film melaju cepat, si tokoh punya ide untuk kabur dari rumah, meninggalkan orang tuanya, si gadis yang dicintainya, lalu mendapat ide masuk ke lemari deposit bank, mengambil uang dan keliling dunia. Well ada digambarkan masa-masa dia berlatih melompat dari satu titik ke titik yang lain, dengan kegagalannya. sekilas.

lalu ada gambaran tentang dia di Maui, New York, London, Mesir, dimanapun tempat di dunia ini manusia bisa berpijak, dia akan bisa datangi, hanya dengan memejamkan mata dan konsentrasi. Seperti biasanya film, tentu ada tokoh antagonis, Samuel L. Jackson memeraninya. Dikatakan bahwa Jumper seperti sang tokoh sudah ada dari jaman abad pertengahan, dan ada kaum di dunia ini yang dinamakan Paladin, yang mengejar-ngejar mereka -karena ternyata banyak sekali orang yang memiliki kemampuan seperti itu di dunia ini-. Tidak diberitahukan mengapa, dan bagaimana mulanya, yang jelas Paladin mengejar Jumper untuk dibunuh. What?! ya katanya, mereka Jumper itu cenderung menjadi jahat, dan berlaku kriminal. Hingga tidak perlu ada di dunia ini, karena hanya Tuhan lah yang seharusnya punya kekuatan untuk berada di dua tempat. hanya itu? sepertinya memang si Paladin terlalu membesar-besarkan masalah.

Konflik tercipta, Jumper lain muncul sayang nya cuma satu yang dibahas detail, dan sepertinya Jumper yang satu ini sudah banyak makan garam, dan berpengalaman, rebelious, dan buronan Samuel l. Jackson dalam waktu yang lama. Tidak ada pertempuran antara yang baik dan jahat saya kira, hanya pertempuran untuk bertahan hidup, untuk suatu alasan yang kurang jelas dan tidak masuk akal. Saya tidak akan memberitahu endingnya.

bukan sesuatu yang baru sepertinya, tapi entah mengapa, gabungan antara gambar bagus, akting Hayden dan Samuel, serta efek-efek yang semula saya pikir orisinil ternyata membuat kita terhibur di kursi bioskop. saya sudah ingin memberi nilai 7 untuk masalah memberi hiburan buat kita, namun kemudian berniat memberikan 8 untuk spesial efek ketika dia melompat. namun ketika teringat di film X-man ada tokoh antagonis yang punya kemampuan serupa dandigambarkan dengan efek yang mirip. Saya kembali memberi angka 7. tidak ada yang orisinil ternyata.

ticket

anyway teman menonton saya cantik hari itu, acara hari ini memang untuk dirinya setelah terkurung dua minggu untuk suatu sakit..ah tidak biar anda menebak kenapa. Mudah-mudahan menghibur dirinya dan menghapus kesia-siaan dua minggu hanya menatap bantal dan langit-langit. Kami mengakhiri hari dengan toko buku dan makan restauran italia murahan. Makasih ya dear, for wonderful evening.. :)

Hello world!

Februari 19, 2008

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!