Balapan F1, Kimi Raikonnen hingga GP Italia 2008

Aku memang penggemar olahraga yang ini, -kalau mau disebut olahraga- kalau mau disebut sirkus pun aku nggak akan protes apa-apa. Sebab nyata-nyata kegiatan ini lebih mirip sirkus keliling ketimbang hajatan olahraga.

sejak menontonnya di tahun 1998-1999 sudah begitu banyak hal terjadi, hal lucu, menyedihkan dan membahagiakan cukup memberi warna hidupku setiap dua minggu sekali. Begitu banyak karakter dan peristiwa yang bisa diceritakan. Tahun lalu balapan-balapn terjadi begitu menegangkan, dari awal musim pertengahan hingga down to the wire , GP terakhir tahun lalu di Brazil. Kimi Raikonnen, menjuarai musim lalu. Satu musim yang penuh cerita dan kontroversi seputar kasus mata-mata paling menghebohkan dan memalukan sepanjang sejarah F1. Tapi itu cerita lain, dibuat postingan tersendiri saja.

Aku sering bilang aku menyukai semua tim yang ada grid F1. Walau terhadap Ferrari aku punya passion lebih, terhadap sejarahnya dan kecintaan fansnya terhadap tim ini. Bukan berarti aku membenci McLaren, tapi gaya dan manajemen tim ini tidak terlalu cocok dengan pribadiku. Kenapa tiba-tiba bicara McLaren ketika bicara Ferrari, entahlah mungkin karena memang bila kita bicara Ferrari akan selalu bicara McLaren.

Tulisan ini, kubuat setelah Kimi mengalami ketidakberuntungan di kualifikasi GP Italia. Tidak lolos ke Q3.
bukan salah dirinya, lebih kearah ketidakberuntungan dan faktor alam. Tetapi mengapa kesialan da ketidakberuntungan terus menerus tejadi, dan tanpa ada harapan titik balik. Aku gak bisa menjawabnya. Kalau dilihat kembali ke GranPrix sebelumnya, Kimi mulai mengalami kesialan ketika Felipe Massa menjuarai GP Turki untuk ketiga kalinya berturut-turut. Heiki Kovailanen bersentuhan dengan mobil Kimi yang membuat front wing nya rusak selama balapan. Heiki? akibat itu bannya bocor dan harus masuk pit. Setelah kejadian itu di GP Monaco karena faktor hujan, dirinya slip ketika mengerem dan menabrak mobil Adrian Sutil, Sutil retired Kimi harus masuk pit. Di GP Kanada gantian dirinya ditabrak Lewis Hamilton yang membuatnya retired tepat di luar pintu pitlane. balik ke Eropa kembali dengan GP Prancis di Magny-Cours, suatu tempat yang sebetulnya sangat cocok untuk Ferrari. betul cocok, tapi kali ini kesialan menimpa ketika Knalpot bagian kanannya, hancur berantakan terkena panas mesin. Massa mengambil alih kemenangan atas kesialan dirinya. Silverstone di trek cepat Inggris, karena hujan yang turun membuat Ferrari tak berdaya ditambah spekulasi pemakaian ban yang berakhir tragis karena salah. Lewis juara.

di GP Jerman, Ferrari kalah telak karena tak mampu mending kecepatan McLaren di sektor-sektor tercepat sirkuit Hockenheim. cuma dapat posisi enam. Pada titik in Kimi dan Ferrari sudah mencapai titik dimana kesalahan terjadi lagi. Baik secara tim atau kesalahan tim.

kualifikasi adalah masalah utama buat Kimi, dalam dua GP berturut-turut, Jerman dan Hungaria. Kecepatan untuk meraih pole, tidak pernah ia dapatkan di mobilnya. Di lomba sendiri, Kimi selalu berhasil mencapai keadaan dimana ia berhasil memperbaiki posisi. dan mendapatkan yang terbaik yang dia bisa. Hungaria adalah salah satu buktinya. Posisi 3 setalah mobilnya Massa meletup di trek lurus.

Di trek baru Spanyol Valencia, trek yang sepertinya bagus namun ketika dipakai lomba ternyata menghasilkan balap yang membosankan, karena di beberapa titik over taking, ternyata dapat dilibas dengan mudah. Membuat mereka yang mobilnya kencang begitu mudah meninggalkan mereka yang ada di belakangnya. Massa juara, Kimi? meletup di trek lurus. Sekarang ia tertinggal 13 poin. Race yang memang harus di lupakan Kimi , apalagi ada insiden dia melindas salah satu pengisi bahan bakar di pit. Ketika dia melajukan mobilnya ketika selang bahan bakar belum tercabut sepenuhnya.

ki

Spa di Belgia, adalah sirkuit miliknya. Juara selama 3 tahun berturut-turut ketika lomba diadakan disana. Kimi adalah raja sirkuit ini dimana rem mobil hanya di pakai di dua tikungan :) . Di kualifikasi ia kembali gagal masuk ke pole. Tapi kesalahan yang dilakukan Lewis di lap kedua membuatnya bisa melakukan manuver di Eau Rogue. Siapapun akan berhenti berdegup melihatnya menyalip Lewis di tikungan itu. Selama hampir 40 lap ia ada di depan Lewis. Sampai kekacauan, di dua lap terakhir akibat hujan yang mulai turun dan membuat semua pembalap kehilangan grip menghancurkan semuanya.

Dengan ban kering Kimi mati-matian mempertahankan posisi, tapi bila anda berada di posisi paling depan sementara ada pembalap lain di belakang anda. Sementara anda memakai ban kering danhujan turun, tak ada lagi yang bisa dilakukan selain meraba-raba dimana grip kita berada.
Lewis menyalipnya di La Source (steward mendiskualifikasi Lewis untuk aksi yang ini, tapi itu cerita lain). Setelah usaha luar biasa Kimi kehilangan grip dan menabrak tembok. Sekarang kegelapan mulai turun di jalan utama mempertahankan gelar juara. Sebuah balapan heroik, dari juara dunia yang berakhir tragis. Tapi orang tak akan pernah lupa apa yang dilakukan nya selama hampir 40 lap di Spa 2008.

lalu dimana kesalahan Kimi? hampir tidak ada, kalaupun ada adalah kecerobohannya di chicane setelah tunnel ketika ia menghantam Adrian Sutil. Walaupun itu masih bisa diperdebatkan dikarenakan kondisinya yang trek basah. Spa? Mungkin bila ia tidak memacu mobilnya terlalu kencang setelah disalip Lewis, ia bisa tetap selamat. Walau mungkin akan tersalip juga oleh Nick Heidfeld dengan ban intermediete-nya. Namun beberapa poin tambahan masih lebih baik ketimbang nol poin.

Kesimpulannya, Kimi masih kencang, masih tetap fokus dan tak banyak bicara. Sepanjang tim bisa memberikan mobil yang baik di kualifikasi, dia akan kembali juara.

tadi malam di Monza, Kimi kembali terpuruk di P14. Dalam cuaca hujan kualifikasi dilaksanakan. Ferrari seperti tak menemukan obat apapun atas kehilangan kecepatan yang terjadi pada mobil-mobil mereka.
Sebastian Vettel dari Torro Rosso menapaki pole position. Tapi kembali, itu adalah cerita lain. Mungkin sejarah lain.

Tinggalkan Balasan