Hollister, 1947, satu awal dari semuanya bagi bikers
kenapa biker selalu dekat dengan stigma ugal-ugalan, brandalan diluar hukum, pengacau, dan tak bisa diatur. stigma yang membuat kita seakan menjadi warga kelas dua di dunia ini. pernah merasa di zalimi ketika berada di jalur paling kiri, dan mengapa kita selalu mendapat parkir di tempat yang paling tidak enak? semuanya mungkin berasal dari kejadian di kota kecil ini. Hollister, California, Amerika Serikat, di musim panas tahun 1947.Setelah perang dunia II usai, Amerika memiliki begitu banyak veteran perang yang boleh dikatakan suatu kombinasi yang unik, mereka muda namun telah melihat banyak hal.
Dalam artian, di usia mereka yang muda sekali mereka telah mengalami begitu banyak tekanan dan ketegangan yang tidak bisa disamai oleh generasi manapun.
Mereka-mereka ini adalah produk perang dunia sebetulnya di Amerika, telah melihat begitu banyak kematian dan ketegangan dalam hidup mereka, yang baru sebentar saja.
Ketika perang usai dan mereka kembali ke masyarakat yang damai, dan tenang, terdapat kesulitan dalam psikologis mereka.
Mereka yang akrab dengan peluru, kawat berduri, parit dan lubang perlindungan, pesawat pembom dan melihat kematian begitu banyak mendapati bahwa mereka kesulitan beradaptasi. Ada banyak adrenalin yang perlu disalurkan, dan tak bisa hidup dalam ketenangan kehidupan pedesaan Kansas misalnya. Mereka seperti tersisihkan dari suatu pesta yang seharusnya dibuat untuk mereka.
Mereka menemukan kedamaian itu lewat sepeda motor yang kencang, minuman keras dan berantem di Bar -Kebetulan lagi selepas perang dunia II Amerika Serikat mengalami begitu banyak over supplai sepeda motor
– . Tempat-tempat favorit mereka berkumpul -nonggrong dalam bahas kita- diantaranya bar Shanghai Red di San Pedro, The All American di Los Angeles, dan Johnny’s di Hollister. Beberapa Klub motor yang ada saat itu adalah Top Hatter dan POBOB (). Hell Angels? belum lahir.
Kembali ke awal cerita kita, di bulan Juli sekitar perayaan Kemerdekaan Amerika serikat pada tanggal 4-6 Juli 1947.
Digelarlah suatu even yang dinamakan Gypsy Tour Motorcycle Rally di kota Hollister. Acara ini di sponsori oleh AMA (American Motorcyclist Association), dan ternyata mengundang begitu banyak peserta. Acara yang hanya diperkirakan mendatangkan ratusan
sepeda motor, tapi ternyata yang datang lebih dari 4000 orang (keamanan malah lokal memperkirakan 12.000). Ini cukup membuat Hollister yang kecil serasa di lautan kekacauan. Tak ada tempat tersisa buat tidur, kebanyakan malah tidur di pinggir jalan
dan hal-hal pertemuan. Pihak kepolisian Hollister yang hanya terdiri atas 7 orang merasa tidak mampu mengatasi sekian banyak orang (siapa sih yang bisa?
7 dibanding 4000? atau 7 dibanding 12.000
. Mereka mencari bantuan dari kepolisian kota tetangga.
Even utamanya party, dan kebut-kebutan dilakukan diluar kota Hollister sebetulnya. Tapi tak menghalangi mereka untuk masuk ke kota, karena Johnny’s ada di dalam kota Hollister kan? so seperti umumnya keramaian selalu ada sedikit chaos, ketika diimbuhi minuman keras, maka akan ada kaca pecah, kursi dan botol terlempar dan tangan yang patah. belum lagi sedikit kebut-kebutan di
jalanan kota. Walau tak ada ada yang tewas di hari pertama, kepolisian tetap harus melakukan sesutau. Semua orang2 yang datang pada harikedua di giring ke salah satu sudut jalanan kota, dimana mereka diberikan hiburan berupa band diatas truk. Semua acara di hall kota yang semua direncanakan di batalkan.
Kekacauan yang timbul ketika aktivitas sosial ini mulai muncul ketika acara utama, berupa kebut2an dan hill climb usai. Mereka yang kembali kekota menjalankan motornya kencang2 di dalam kota. Bahkan ke dalam bar. Merusak bar dan membuat bar tutup dua jam dari seharusnya. Penjualan bir di stop karena bartender merasa mereka-mereka yang datang tak mampu bayar birnya
. Karena mereka yang melakukan aktivitas tidak mau menghentikan aktivitas mereka, polisi terpaksa melakukan penahanan, dan jam buka pengadilan dibuka lebih dari seharusnya. Lebih dari 50 orang ditahan. dan denda diberlakukan.
lalu bagaimana imej baru itu muncul dari kejadian ini
karena foto ini.

foto oleh Barney Peterson yang muncul di majalah Life. Foto yang menggambarkan seorang biker yang tak dikenal (?) memegang botol bir dan di dikelilingi botol -botol kosong. Peterson adalah, seorang fotografer koran San Fransisco Chronicle -yang banyak orang mengklaim dirinya adalah oprtunis- memanfaatkan moment itu membesar2kan masalah dan mendapatkan kepopuleran.
Mulanya dia ingin foto itu masuk ke SFC tapi entah kenapa tidak berhasil. Peterson malah berhasil memasukannya ke dalam
majalah Life di terbitan 21 Juli 1947. Dengan caption bombastis
Liburan Pengendara Sepeda Motor
ia dan temannya meneror kota
Masyarakat awam terhenyak dan mendapatkan musuh baru
Tidak seperti sekarang ini, harap diingat Amerika pasca Perang dunia II adalah Amerika yang santun dan beradab. dan boleh dibilang konservatif. Itulah mengapa mereka terkejut. Ketakutn akan segerombolan orang menguasai kota dan mereka naik motor menjadi suatu ketakuatan massal yang hinggap di benak masyarakat. Walaupun hal itu tidak pernah terjadi.
Tak lama setelah itu Majalah Harper memuat sebuah cerita “Cyclist’s Raid” oleh Frank Rooney. Rooney mengambil idenya dari apa yang terjadi di Hollister. Bolanya makin menggelinding, dan api paling besar yang menyulut image ini adalah film. The Wild One yang dibintangi oleh Marlon Brando dan Lee Marvin. Di release di pergantian tahun 1953 di New York. Film ini meroketkan kedua nya. tapi yang paling patut dicatat adalah impak sosial yang timbul setelah fim itu. Image jaket kulit, kebebasan, gaya hidup easy going, kekuatan, dan diluar hukum menjadi faktor kontradiktif antara daya tarik dan ketakutan di kalangan rakyat Amerika.
Setelah film itu sepanjang tahun 1950 dan 1960 banyak direlease film dengan tema biker dan imej mereka. dua dekade cukup membuat suatu stigma melekat. Usaha-usaha perbaikan image memang ada, diantaranya ketika Honda meluncurkan kampanye produk mereka di Amerika ” You can find nice people on Honda” suatu kampanye atas terjunnya mereka ke dunia spedea motor dari sudut pnadang yang lebih ramah. Berhasil walau tidak dikatakan sukses. Setelah itu ada film2 sperti Easy Rider (keren nih tonton deh) yang lebih positip terhadap apa yang dilakukan biker.